Launching
Video shooting & editing oleh Iman Brotoseno
Ini petikan laporan dari beberapa kawan saat launching Wetiga Jumat 24 Oktober 2008. Terima kasih atas kebaikan Anda yang tanpa pamrih diskon apalagi gratisan bersedia menulis…
- “Huhuuuuy….. gilaaaaa, Guwe sendiri kenal angkringan pertama kali di kantor eStore Yogya, karena tepa di depannya mangkal satu gerobak angkringan dengan menu yang muantaaaab. Langsung nyari tempat, mata pun mulai belanja, tangan kiri ngambil nasi kuching, tangan kanan menjelajah daerah per-sate-an… sate kulit, sate telur puyuh, sate usus, dan sate paru adalah pilihan tepat untuk menemani malam itu. Saduuuuuutttt pokoknya…!!! ”
Gerry, Si Guwe, Langsat Strikes Back!!! Blogger Nite Plus-Plus Wetiga - “Hmm… saya baru sadar bahwa Jakarta adalah ndeso yang sok kutho! Jakarta bukan big city tapi big village.”
Slamet Agriwidodo, Kyai Berpikir Merdeka, Ketika Mertego dan Gendeng Terjepit Rimba Ja(ncu)karta… - “Andaikata angkringan nanti semakin menjamur, saya sich berharap warung wedangan juragan Gembul tersebut tidak lantas mejadi sajian yang kosmopolit tetapi tetap menyajikan kebersahajaan walau ditunjang dengan akses internet tanpa batas.”
(Ceriwis Kemayu, Aprikot Chitchat, Warung yang Bergerobak) - “Pokoknya tempatnya apik, asyik, makanannya enak, khas angkringan Jogja. Plus ada wifi yang bebas pakai sesuka hati.”
(Pitra, Dunia yang Gatal, Di Acara Wetiga Plus Kumpul-kumpul Blogger) - “Bertahun-tahun kemudian, setelah saya sudah bisa mencari makan dan minum sendiri, saya mulai mengerti arti nasihat para tetua itu. Saya memahami filosofi tentang makan: bukan makanannya yang penting, melainkan untuk apa kita makan.”
(K.R.M.T. Wicaksono, Ndoro Kakung, Wetiga Pecas Ndahe) - “What do Indonesian bloggers do when they get together? Well, they sing songs, tell jokes, open up their computers and Plurk or blog and generally ngongkrong. Some also took the opportunity to flirt (but who were some of them flirting with? Is this a clue?) .”
Ong Hock Chuan, Unspun, Indonesian bloggers get a hangout place) - “Dengan konsep angkringan ala angkring Klaten nyang banyak betebaran da Jogja, Gembul nampaknya berniat “men deso kan” Jakarta. Kedepannya sayah mingsih ndak jelas apa mau dibikin lesehan apa make dingklik aliyas korsi kecil. Tapi nyang mbikin beda adalah adanya fasilitas Wi Fi gretongan.”
(Indrawan Durjana, Mbelgedez, The 1st Angkringan with Free Hotspot) - “Enak nggak? enak doonk… maknyus lah pokoknya”
(Ronggur, The Blah, The Tuh and The Cuih, 4 sehat 5 sempurna 6 internet) - “Di kota metropolitan macam Jakarta ini, ibukota yang katanya lebih kejam dari ibu tiri, di mana orang-orang yang berdesakan di lift gedung-gedung tinggi tak lagi bertukar sapa atau senyum dan malah memandang ke langit-langit… pastilah selalu ada orang-orang yang merasa terasing dengan semua itu, lantas merasa kangen dengan suasana ‘ndeso’ yang ramah. Yang murah meriah. Yang sumringah. Bersahaja tapi tak mengurangi makna.”
(Hanny, Berada di Sini, Ayo Ndesokan Jakarta!) - “Sangat lucu melihat fenomena warung tradisional yang bersentuhan sosial secara langsung dengan teknologi, apalagi sampai punya official website segala. Sungguh fenomenal……”
(Ad0n, Cyberkidal, Warung Wedangan Wifi) - “Benar-benar warung ini sangat direkomendasikan menjadi salah satu tongkrongan blogger.”
(Amril T. Gobel, Catatan-catatan dari Hati, Bersama Kita Bisa, di Wetiga) - “Tambahan dikit lagi dong, Mbul! Kalo segitu masih kurang!”‘
(Amril T. Gobel, Catatan-catatan dari Hati, Balada Dua Orang Lelaki Montok dan Ndoro Kakung) - “Ah, sungguh nasibku malang
Tak bisa ikut bersenang-senang
Pergi malam aku dilarang
Takut nanti ngga bisa pulang”
(Dita, Nonadita di Sini, Wetiga) - Acara launching Wetiga sangat ramai. Senang rasanya berkumpul dan bercengkrama dengan teman-teman blogger.

(Chika, chikastuff, Pond’s, McD, Plangi, dan Wetiga )

shoutbox RSS Feed


wetiga is a part of